Barcelona, 6 November 2026 – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mulai menerapkan pendekatan taktik berbeda yang berdampak terhadap persaingan posisi di sektor pertahanan. Dua pemain yang sebelumnya menjadi pilihan utama, Jules Kounde dan Alejandro Balde, kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan tempat dalam susunan pemain inti. Perubahan tersebut berkaitan dengan kebutuhan Flick terhadap bek sayap yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan mengatur permainan seperti gelandang. Situasi ini membuka kesempatan bagi sejumlah pemain lain untuk mendapatkan peran lebih besar.
Pada musim pertama Flick menangani Barcelona pada 2024–2025, Kounde dan Balde merupakan bagian penting dari sistem permainan Blaugrana. Kounde dipercaya mengisi posisi bek kanan, sedangkan Balde menjadi andalan di sisi kiri pertahanan. Keduanya memberikan keseimbangan melalui kemampuan bertahan dan kontribusi dalam membantu serangan. Namun, perkembangan strategi Barcelona membuat tuntutan terhadap pemain di kedua posisi tersebut semakin kompleks. Flick kini membutuhkan bek sayap yang mampu bergerak ke tengah dan berperan aktif dalam membangun penguasaan bola.
Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya kesempatan bermain bagi pemain muda seperti Xavi Espart dan Brian Farinas. Espart sebelumnya mencatatkan 15 penampilan sebagai bek kanan maupun kiri sebelum mengalami cedera ketika menghadapi Real Madrid. Absennya pemain jebolan La Masia itu kemudian membuka peluang bagi Farinas untuk menunjukkan kemampuannya. Gelandang berusia 20 tahun tersebut tampil menjanjikan ketika dimainkan sebagai bek kanan menghadapi Deportivo Alaves dan Aston Villa. Kemampuannya menjaga penguasaan bola membuat Flick memiliki alternatif baru dalam menyusun pertahanan.
Penampilan Farinas saat menghadapi Alaves menjadi salah satu contoh keberhasilan perubahan pendekatan tersebut. Ia mencatatkan 114 sentuhan bola dengan tingkat akurasi operan melampaui 97 persen. Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam menjaga aliran bola, tetapi juga melalui kerja sama dengan Lamine Yamal di sektor kanan. Flick menginginkan bek sayap yang mampu masuk ke area tengah, menciptakan keunggulan jumlah pemain, serta membantu mengatur serangan. Karakter tersebut membuat pemain berlatar belakang gelandang semakin sesuai dengan kebutuhan taktik Barcelona.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Alejandro Balde yang selama ini dikenal mengandalkan kecepatan dan kemampuan melakukan penetrasi dari sisi lapangan. Ketika bermain bersama Raphinha yang kerap bergerak menuju kotak penalti, Balde memiliki ruang untuk melakukan pergerakan menyerang. Namun, keberadaan pemain sayap seperti Anthony Gordon dan Karim Adeyemi membuat pembagian ruang menjadi lebih rumit. Pergerakan Balde berpotensi bertabrakan dengan area operasi kedua pemain tersebut. Flick juga sebelumnya menyoroti pentingnya peningkatan kepercayaan diri Balde agar mampu kembali tampil maksimal.
Sementara itu, Jules Kounde menghadapi persoalan berbeda karena posisi alaminya adalah bek tengah. Pemain asal Prancis tersebut telah beradaptasi sebagai bek kanan, tetapi tuntutan baru untuk menjalankan fungsi seperti gelandang membutuhkan karakter permainan yang berbeda. Eric Garcia dinilai memiliki kemampuan teknis yang sesuai untuk menjalankan peran tersebut, sedangkan Joao Cancelo menjadi alternatif di sektor kiri. Persaingan semakin terbuka karena Flick dapat menggunakan beberapa pemain dengan karakter berbeda sesuai kebutuhan pertandingan. Meski demikian, kondisi cedera yang dialami sejumlah bek Barcelona membuat rotasi tetap diperlukan.
Perubahan strategi Hansi Flick menunjukkan upaya Barcelona meningkatkan fleksibilitas permainan dalam menghadapi berbagai karakter lawan. Kounde dan Balde masih memiliki kesempatan mendapatkan menit bermain, terutama mengingat padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa. Namun, keduanya perlu menyesuaikan kemampuan dengan tuntutan taktik apabila ingin kembali menjadi pilihan utama secara konsisten. Hingga kini, belum ada kepastian bahwa Barcelona berencana melepas kedua pemain tersebut. Persaingan di sektor bek sayap diperkirakan terus berkembang seiring upaya Flick membangun tim yang lebih dinamis dan mampu bersaing memperebutkan gelar.




