Jakarta, 6 September 2026 – Timnas basket putra Indonesia mendapat tambahan kekuatan penting menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Derrick Michael Xzavierro dipastikan mendapat izin dari klubnya di Jepang, Saga Ballooners. Kepastian tersebut menjadi kabar positif bagi skuad Merah Putih karena Asian Games tidak termasuk dalam kalender kompetisi FIBA sehingga klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemainnya ke tim nasional. Perbasi sebelumnya melakukan komunikasi dengan Saga untuk memastikan Derrick dapat bergabung dengan tim asuhan David Singleton. Klub Jepang tersebut akhirnya memberikan lampu hijau meskipun sedang berada dalam periode persiapan menuju kompetisi B.League musim 2026-2027. Derrick pun menyambut keputusan tersebut dengan antusias karena Asian Games kali ini akan menjadi penampilan pertamanya di pesta olahraga terbesar Asia. Kesempatan membela Indonesia juga mempunyai arti khusus karena tampil di Asian Games merupakan salah satu impiannya sejak masih duduk di bangku sekolah.
Derrick mengaku bersyukur karena sepanjang perjalanan kariernya selalu mendapatkan dukungan ketika memperoleh panggilan membela Indonesia. Dukungan serupa kembali dirasakannya setelah bergabung dengan Saga Ballooners untuk memulai karier profesional di Jepang. Pemain berusia 23 tahun tersebut bahkan mengatakan rekan-rekan satu timnya memberikan dukungan langsung sebelum dirinya kembali ke Indonesia untuk mengikuti persiapan bersama tim nasional. Derrick sebelumnya telah menjalani latihan selama sekitar satu bulan bersama Saga dan sempat berbicara dengan rekan setim mengenai keikutsertaannya di Asian Games. Para pemain Saga menyatakan akan menyaksikan pertandingan Derrick dan berharap dirinya mampu memberikan penampilan terbaik. Dukungan tersebut membuat Derrick semakin percaya diri untuk membawa pengalaman yang diperolehnya selama berada di Jepang ke dalam permainan Timnas Indonesia.
Keputusan Saga melepas Derrick tergolong penting karena jadwal Asian Games berlangsung sangat dekat dengan dimulainya kompetisi basket Jepang. Kondisi tersebut membuat sejumlah klub memilih mempertahankan pemainnya agar dapat menyelesaikan persiapan bersama tim masing-masing. Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, menjelaskan bahwa komunikasi dengan klub menjadi bagian penting dalam proses pemanggilan pemain. Karena Asian Games berada di luar kalender FIBA, keputusan akhir mengenai pelepasan pemain berada di tangan klub. Saga kemudian memberikan izin kepada Derrick untuk bergabung dengan Indonesia meskipun sang pemain memiliki peran dalam persiapan mereka menghadapi musim baru. Derrick bahkan disebut menjadi satu-satunya pemain berstatus kuota impor Asia di B.League yang memperoleh kesempatan tampil pada Asian Games 2026.
Situasi Derrick berbeda dengan Marques Bolden yang dipastikan tidak dapat memperkuat Indonesia. Bolden tidak mendapatkan izin dari Levanga Hokkaido karena jadwal Asian Games berdekatan dengan agenda kompetisi klub di Jepang. Perbasi telah melakukan komunikasi dengan pihak klub, sementara Bolden sendiri disebut siap membela Merah Putih apabila mendapatkan izin. Namun, karena tidak ada kewajiban bagi klub untuk melepas pemain pada turnamen di luar kalender FIBA, Levanga memilih mempertahankannya untuk persiapan musim. Absennya Bolden tentu menjadi kehilangan bagi Indonesia mengingat kualitas dan pengalaman yang dimilikinya. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan mendapatkan Derrick menjadi semakin penting untuk menjaga kekuatan sektor depan Timnas Indonesia.
Derrick sendiri baru bergabung dengan Saga Ballooners untuk menghadapi musim 2026-2027 setelah menyelesaikan perjalanan basket kampusnya bersama Long Beach State di Amerika Serikat. Saga menjadikannya pemain pertama dalam sejarah klub yang direkrut melalui kuota khusus Asia. Bersama klub tersebut, Derrick menggunakan nomor punggung delapan dan dapat dimainkan pada posisi power forward maupun center. Posturnya yang berada di atas dua meter memberikan opsi tambahan bagi David Singleton untuk menghadapi pemain-pemain besar dari negara lain. Selain kemampuan menjaga area dekat ring, Derrick mempunyai mobilitas yang membuatnya dapat menjalankan sejumlah peran dalam sistem permainan. Pengalaman berlatih di Amerika Serikat dan kemudian memasuki lingkungan basket profesional Jepang juga diharapkan memperkaya kualitas permainannya ketika kembali mengenakan seragam Indonesia.
Asian Games 2026 mempunyai makna emosional tersendiri bagi Derrick karena dirinya pernah menyaksikan langsung penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Ketika itu, Derrick masih berada di bangku sekolah dan datang ke kawasan Gelora Bung Karno sebagai penonton. Atmosfer pertandingan dan besarnya antusiasme masyarakat meninggalkan kesan mendalam hingga memunculkan keinginan untuk suatu hari tampil sebagai atlet Indonesia di Asian Games. Delapan tahun kemudian, kesempatan tersebut akhirnya datang ketika namanya masuk dalam skuad Merah Putih untuk Aichi-Nagoya. Derrick mengaku sangat antusias karena dapat mengubah pengalaman sebagai penonton menjadi kesempatan bertanding membawa nama negara. Ia ingin menjadikan debut tersebut berarti dengan memberikan kontribusi sebesar mungkin bagi tim.
Tantangan yang menunggu Indonesia tidak ringan karena skuad Merah Putih berada di Grup A bersama Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Jepang dan Korea Selatan mempunyai tradisi kuat dalam basket Asia, sementara Arab Saudi juga menjadi lawan yang harus dihadapi dengan persiapan matang. Menariknya, Indonesia akan membuka perjalanan dengan menghadapi Jepang pada 10 September, negara tempat Derrick kini membangun karier profesionalnya. Kondisi tersebut membuat pertandingan pertama mempunyai cerita tersendiri karena Derrick akan menghadapi tim tuan rumah di lingkungan yang semakin familiar baginya. Pengalamannya berlatih bersama Saga setidaknya memberikan gambaran mengenai karakter dan intensitas basket Jepang. Namun, pertandingan internasional tetap menghadirkan tantangan berbeda karena setiap tim membawa komposisi serta sistem permainan terbaik yang tersedia.
Indonesia telah menetapkan 12 pemain untuk menghadapi Asian Games dengan kombinasi pemain berpengalaman dan tenaga muda. Selain Derrick, skuad tersebut diperkuat Abraham Damar Grahita, Ali Bagir, Andakara Prastawa, kapten Yudha Saputera, Vincent Kosasih, Hendrick Yonga, Lester Prosper, Dame Diagne, Pandu Wiguna, Fhirdan Guntara, dan Anthony Beane. David Singleton dipercaya sebagai pelatih kepala dengan dukungan Andri Malay dan Ismael sebagai asisten pelatih. Kehadiran Lester Prosper dan Anthony Beane memberikan tambahan pengalaman pada skuad, sementara pemain seperti Prastawa, Abraham, Yudha, dan Vincent sudah cukup lama menjadi bagian dari level tertinggi basket Indonesia. Derrick diharapkan dapat menjadi penghubung antara kekuatan fisik, energi pemain muda, dan pengalaman internasional yang dimiliki sejumlah anggota tim.
Ketua Umum DPP Perbasi Budisatrio Djiwandono menilai komposisi tersebut memberikan peluang bagi Indonesia untuk tampil kompetitif meskipun berada dalam grup yang berat. Timnas putra sebelumnya bahkan belum mendapatkan tempat di Asian Games 2026 sebelum akhirnya memperoleh kesempatan setelah tersedia slot terbuka. Kondisi itu membuat kesempatan tampil di Aichi-Nagoya ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin. Target awal Indonesia adalah melewati persaingan grup dan membuka peluang melangkah lebih jauh dalam turnamen. Derrick sendiri membawa target pribadi untuk memenangkan sebanyak mungkin pertandingan sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Ia menyadari keberhasilan Indonesia tidak dapat bergantung kepada satu pemain sehingga kekompakan dan kemampuan menjalankan strategi akan menjadi faktor penting menghadapi kekuatan besar Asia.
Dukungan Saga Ballooners akhirnya memberikan kesempatan kepada Derrick Michael untuk mewujudkan salah satu mimpi yang telah dimilikinya sejak remaja. Izin tersebut menjadi semakin berharga karena tidak semua pemain Indonesia yang berkarier di Jepang mendapatkan kesempatan serupa, sebagaimana terlihat dari absennya Marques Bolden. Derrick kini memiliki kesempatan membawa pengalaman dari basket Amerika Serikat dan Jepang untuk membantu Indonesia menghadapi persaingan Asian Games 2026. Pertandingan melawan Jepang akan langsung menjadi ujian besar sekaligus pengalaman istimewa karena dirinya akan berhadapan dengan negara tempat ia memulai karier profesional. Setelah itu, Korea Selatan dan Arab Saudi sudah menunggu dalam persaingan Grup A. Dengan dukungan penuh klub serta kepercayaan dari tim nasional, Derrick berharap debut Asian Games tersebut dapat menghasilkan kontribusi nyata dan membantu Indonesia melangkah sejauh mungkin di Aichi-Nagoya.




