Jakarta, 5 September 2026 – PT Pertamina (Persero) memperkenalkan strategi pertumbuhan ganda atau Dual Growth Strategy kepada generasi muda dalam gelaran IdeaFest 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Strategi tersebut menjadi pendekatan perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon. Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan kebutuhan energi Indonesia saat ini masih lebih tinggi dibandingkan kemampuan produksi dalam negeri untuk sejumlah komoditas. Kondisi tersebut membuat sebagian kebutuhan energi masih harus dipenuhi melalui impor. Karena itu, Pertamina berupaya meningkatkan kemampuan bisnis energi yang telah berjalan sembari membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih rendah karbon. Generasi muda dinilai mempunyai peran penting dalam mendorong inovasi untuk menjawab tantangan energi pada masa mendatang.
Arya menyampaikan strategi tersebut dalam sesi IdeaFest 2026 pada Jumat, 4 September 2026. Forum tersebut dimanfaatkan Pertamina untuk membuka pemahaman mengenai kompleksitas menjaga ketersediaan energi di tengah tuntutan pengurangan emisi. Pertamina menilai transisi energi tidak dapat dilakukan dengan menghentikan penggunaan sumber energi eksisting secara mendadak karena masyarakat masih membutuhkan pasokan yang stabil. Pada saat bersamaan, pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan harus terus dipercepat. Dua kebutuhan tersebut kemudian dijalankan secara beriringan melalui Dual Growth Strategy. Pendekatan ini menempatkan ketahanan energi dan transisi rendah karbon sebagai agenda yang saling melengkapi.
Pilar pertama strategi tersebut berfokus pada optimalisasi bisnis energi yang telah dimiliki Pertamina. Perusahaan tetap meningkatkan produksi minyak dan gas, memperkuat infrastruktur pengolahan, serta menjaga jaringan distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Upaya tersebut penting karena konsumsi energi nasional belum seluruhnya dapat dipenuhi melalui produksi domestik. Ketergantungan terhadap impor juga membuat Indonesia lebih rentan terhadap perubahan harga minyak, gangguan rantai pasok, dan dinamika geopolitik global. Peningkatan produksi dalam negeri karena itu menjadi salah satu bagian dari penguatan ketahanan energi. Efisiensi pada pengolahan dan distribusi juga terus didorong untuk meningkatkan kemampuan memenuhi permintaan.
Pilar kedua diarahkan pada pembangunan bisnis rendah karbon sebagai sumber pertumbuhan baru perusahaan. Pertamina mengembangkan berbagai potensi seperti panas bumi, energi surya, bioenergi, serta teknologi yang dapat membantu mengurangi emisi. Perusahaan juga mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan berbagai teknologi rendah karbon lainnya sebagai bagian dari transformasi bisnis energi. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan energi nasional dan kesiapan teknologi. Pertamina menilai transformasi membutuhkan investasi, inovasi, serta kolaborasi dengan banyak pihak. Pengembangan bisnis rendah karbon diharapkan semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap energi yang lebih berkelanjutan.
Salah satu contoh inovasi yang diperkenalkan kepada peserta IdeaFest adalah pengembangan Sustainable Aviation Fuel atau SAF berbasis minyak jelantah. Minyak goreng bekas yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan rendah karbon. Bahan tersebut kemudian diproses bersama bahan pendukung lainnya di Kilang Pertamina Cilacap. Pengembangan SAF telah melalui proses penelitian panjang yang dimulai sejak sekitar 2015. Pengujian dilakukan secara bertahap pada periode 2021 hingga 2025 untuk memastikan produk memenuhi persyaratan penggunaan dalam industri penerbangan. Inovasi tersebut menunjukkan limbah rumah tangga juga dapat menjadi bagian dari rantai pasok energi baru.
SAF berbasis minyak jelantah tersebut telah digunakan dalam penerbangan Pelita Air pada rute Jakarta–Bali. Pemanfaatannya menjadi salah satu langkah konkret dalam pengembangan bahan bakar penerbangan rendah karbon di Indonesia. Industri penerbangan merupakan sektor yang mempunyai tantangan besar dalam menurunkan emisi karena kebutuhan energi pesawat sulit digantikan sepenuhnya dengan teknologi elektrifikasi dalam waktu dekat. SAF kemudian menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi jejak karbon tanpa membutuhkan perubahan mendasar pada sistem penerbangan yang telah tersedia. Pertamina melihat peluang pengembangan produk tersebut semakin besar apabila pasokan bahan baku dapat diperluas. Keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah juga menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.
Pengembangan minyak jelantah menjadi bahan bakar sekaligus memperlihatkan bahwa transisi energi dapat melibatkan masyarakat secara langsung. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dikumpulkan dan masuk kembali ke dalam proses produksi bernilai ekonomi. Pendekatan ekonomi sirkular tersebut dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus membantu menyediakan bahan baku energi rendah karbon. Pertamina telah mengembangkan titik pengumpulan minyak jelantah melalui program yang memungkinkan masyarakat menyerahkan minyak bekas untuk kemudian diproses lebih lanjut. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin luas potensi pasokan bahan baku yang dapat dikembangkan. Model tersebut juga menjadi contoh sederhana bagi generasi muda mengenai hubungan antara kebiasaan sehari-hari dan transformasi sektor energi.
Pertamina menilai keterlibatan generasi muda penting karena transisi energi membutuhkan perubahan teknologi sekaligus pola pikir. Anak muda akan menjadi kelompok yang menggunakan, mengembangkan, dan menentukan arah berbagai teknologi energi dalam beberapa dekade mendatang. Mereka juga mempunyai peluang menciptakan solusi baru melalui bidang teknologi digital, rekayasa, bisnis, lingkungan, hingga industri kreatif. IdeaFest menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pembahasan energi dengan komunitas yang mempunyai latar belakang beragam. Dengan memahami tantangan ketahanan energi sejak dini, generasi muda diharapkan tidak melihat transisi hanya sebagai pergantian energi fosil menuju energi terbarukan. Transformasi tersebut juga menyangkut keterjangkauan, keamanan pasokan, teknologi, investasi, dan keberlanjutan ekonomi.
Strategi pertumbuhan ganda juga diarahkan untuk mendukung target Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. Pertamina tetap harus memenuhi kebutuhan energi masyarakat saat ini sembari mengurangi intensitas karbon secara bertahap. Karena itu, pengembangan energi baru tidak menghilangkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi bisnis minyak dan gas yang masih menjadi bagian penting dari sistem energi nasional. Teknologi seperti penangkapan dan penyimpanan karbon juga dikembangkan untuk membantu menekan emisi dari kegiatan yang belum dapat sepenuhnya digantikan energi terbarukan. Transformasi tersebut membutuhkan investasi dalam jangka panjang serta kepastian pasar. Kolaborasi pemerintah, perusahaan, akademisi, masyarakat, dan generasi muda menjadi bagian penting untuk mempercepat prosesnya.
Melalui kehadirannya di IdeaFest 2026, Pertamina ingin memperlihatkan bahwa menjaga ketahanan energi dan menjalankan transisi rendah karbon tidak harus ditempatkan sebagai dua pilihan yang bertentangan. Kebutuhan energi masyarakat tetap harus terpenuhi ketika sumber energi baru sedang dibangun dan diperluas. Dual Growth Strategy menjadi pendekatan untuk menjaga keseimbangan tersebut dengan mengoptimalkan bisnis eksisting sekaligus memperbesar portofolio rendah karbon. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi SAF menjadi salah satu contoh inovasi yang telah bergerak dari tahap penelitian menuju penggunaan nyata. Pertamina berharap semakin banyak generasi muda terlibat dalam penciptaan solusi energi melalui inovasi dan perubahan perilaku. Keterlibatan tersebut dibutuhkan agar transformasi energi Indonesia tidak hanya berjalan di tingkat perusahaan dan pemerintah, tetapi juga berkembang menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.




