Jakarta, 28 Oktober 2026 – Selebgram Fransiska Candra Novitasari atau yang lebih dikenal sebagai Siskaeee kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kabar mengenai rencananya mengikuti aksi demonstrasi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Tidak hanya menyatakan ketertarikannya untuk turun ke jalan, Siskaeee juga dikabarkan berencana membagikan buku kepada peserta aksi. Rencana tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan sisi lain aktivitasnya di ruang publik, terutama terkait ketertarikan terhadap kegiatan membaca dan pembahasan persoalan sosial. Melalui aktivitas media sosialnya, Siskaeee belakangan menunjukkan perhatian terhadap sejumlah isu yang menjadi perbincangan masyarakat. Meski demikian, informasi mengenai jumlah buku yang akan dibagikan dan lokasi pembagiannya belum dapat dipastikan secara independen. Kehadirannya dalam demonstrasi juga masih perlu dikonfirmasi melalui dokumentasi langsung dari lokasi kegiatan.
Perhatian terhadap rencana tersebut bermula dari aktivitas Siskaeee di media sosial yang memperlihatkan ketertarikannya terhadap buku dan isu sosial. Ia sempat membahas anggapan mengenai perilaku konsumtif yang dibungkus dengan citra intelektual, terutama dalam konteks kebiasaan membeli dan membaca buku. Dalam pembahasan tersebut, Siskaeee menyinggung pentingnya membaca sebagai sarana memperoleh pengetahuan dan memahami persoalan masyarakat. Ia juga memberikan isyarat mengenai keinginannya mengikuti kegiatan turun ke jalan sehingga aktivitas membaca yang dilakukannya dikaitkan dengan persiapan menghadiri demonstrasi. Unggahan dan pembahasan tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah pengguna media sosial. Sebagian warganet menilai ketertarikannya terhadap literasi sebagai perkembangan positif, sementara sebagian lainnya masih menghubungkannya dengan kontroversi masa lalunya.
teapawt
Rencana kehadiran Siskaeee bertepatan dengan aksi demonstrasi yang digelar sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil di Jakarta pada 28 Oktober 2026. Salah satu kegiatan utama dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bersama kelompok yang tergabung dalam gerakan Selamatkan Daulat Rakyat atau SADAR. Demonstrasi mengangkat sejumlah persoalan nasional yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, demokrasi, pendidikan, dan kondisi sosial masyarakat. Momentum Hari Sumpah Pemuda dipilih sebagai waktu untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa. Penyelenggara juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyampaian pendapat secara terbuka.
tirto.id
Dalam aksi tersebut, kelompok mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan hidup, ketimpangan ekonomi, ruang kebebasan sipil, pemberantasan korupsi, dan pemerataan akses pendidikan. Salah satu tuntutan berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pertanggungjawaban korporasi yang diduga terlibat dalam kerusakan lingkungan. Mahasiswa juga meminta pemerintah memperbaiki tata kelola ekonomi agar kebijakan yang diterapkan dapat mengurangi ketimpangan sosial. Persoalan biaya pendidikan menjadi perhatian karena dianggap berkaitan langsung dengan kesempatan generasi muda memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau. Selain itu, peserta aksi menyoroti pentingnya menjaga kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan negara. Rangkaian tuntutan tersebut menjadi dasar penyelenggaraan demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
tirto.id
Apabila rencana pembagian buku oleh Siskaeee terlaksana, kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk partisipasi yang berbeda dari aktivitas demonstrasi pada umumnya. Buku dapat digunakan sebagai sarana memperluas pengetahuan, memperkenalkan gagasan, dan mendorong diskusi mengenai persoalan sosial yang sedang berkembang. Dalam kegiatan masyarakat sipil, aktivitas literasi kerap dipandang sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan memahami informasi secara lebih mendalam. Namun, belum diketahui judul maupun jenis buku yang rencananya akan dibagikan Siskaeee kepada peserta demonstrasi. Informasi mengenai apakah pembagian tersebut dilakukan secara pribadi atau melibatkan komunitas tertentu juga belum tersedia secara terverifikasi. Karena itu, rincian kegiatan tersebut masih perlu menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan.
Nama Siskaeee sebelumnya lebih sering muncul dalam pemberitaan mengenai kehidupan pribadi dan perkara hukum yang pernah dihadapinya. Pada Oktober 2024, ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara dalam perkara yang berkaitan dengan produksi film pornografi. Setelah menjalani masa hukumannya, Siskaeee kembali menjadi perhatian melalui sejumlah aktivitas dan pernyataannya di media sosial. Pada 2026, ia juga beberapa kali menyampaikan tanggapan terhadap persoalan sosial dan kebijakan publik yang sedang menjadi perdebatan. Perubahan topik yang dibahasnya membuat aktivitas Siskaeee tidak lagi terbatas pada dunia hiburan dan kehidupan selebritas. Meski demikian, setiap pernyataan maupun kegiatan publiknya tetap perlu dinilai berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata berdasarkan citra atau kontroversi masa lalu.
suara.com
Keterlibatan figur publik dalam kegiatan demonstrasi sering menarik perhatian karena mereka memiliki jangkauan komunikasi yang luas melalui media sosial. Kehadiran seorang selebritas dapat membuat informasi mengenai suatu kegiatan lebih cepat tersebar kepada masyarakat. Namun, perhatian publik terhadap tokoh tertentu juga berpotensi mengalihkan pembahasan dari tuntutan utama yang disampaikan peserta aksi. Karena itu, informasi mengenai rencana kehadiran Siskaeee perlu ditempatkan dalam konteks demonstrasi yang lebih luas. Fokus utama kegiatan tetap berada pada aspirasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan nasional. Kehadiran tokoh publik, apabila benar-benar terjadi, merupakan bagian dari partisipasi warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum.
Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan tanggapan mengenai demonstrasi yang berlangsung pada 28 Oktober 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan menyatakan bahwa pemerintah menghormati hak mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Ia mengimbau peserta aksi agar menjaga ketertiban, menghindari tindakan kekerasan, dan tidak merusak fasilitas publik. Pemerintah juga meminta aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis ketika melakukan pengamanan kegiatan. Menurut Syahganda, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dikelola melalui dialog dan komunikasi yang sehat. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga agar kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman bagi peserta maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi.
Liputan6.com
Selain di Bundaran HI, sejumlah lokasi lain di Jakarta turut menjadi perhatian karena adanya rencana kegiatan demonstrasi pada hari yang sama. Kawasan Gedung DPR/MPR RI, Monumen Nasional, dan Tugu Tani termasuk titik yang diantisipasi mengalami aktivitas massa. Kepadatan kendaraan berpotensi terjadi di beberapa ruas jalan utama, terutama kawasan Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Aparat lalu lintas menyiapkan langkah pengaturan yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat yang memiliki kegiatan di sekitar lokasi demonstrasi diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas. Pengaturan tersebut diperlukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa menimbulkan gangguan berlebihan terhadap aktivitas masyarakat lainnya.
Akurat – Akurat.co
Rencana Siskaeee mengikuti demonstrasi dan membagikan buku kepada peserta aksi menjadi salah satu perkembangan yang menarik perhatian di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana figur publik dapat terlibat dalam pembicaraan mengenai literasi, kehidupan sosial, dan partisipasi masyarakat. Namun, kepastian mengenai kehadiran Siskaeee, jumlah buku, serta pelaksanaan pembagiannya masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. Di sisi lain, demonstrasi yang digelar mahasiswa dan masyarakat sipil tetap memiliki agenda utama berupa penyampaian tuntutan mengenai berbagai kebijakan nasional. Pemerintah telah mengimbau seluruh pihak menjaga ketertiban dan menghormati hak menyampaikan pendapat secara damai. Dengan demikian, perhatian terhadap kehadiran figur publik diharapkan tidak mengaburkan substansi aspirasi yang disampaikan peserta aksi maupun pentingnya menjaga ruang demokrasi yang aman dan terbuka.




